TAKALAR| SNIPERTUNTAS.COM- Polemik seputar meninggalnya Hasniah Dg. Ngai, seorang pasien asma di RSUD Padjonga Dg. Ngalle, telah memicu perhatian publik. Tudingan kelalaian, termasuk dugaan kehabisan oksigen dan respons petugas yang lambat, muncul dari pihak keluarga.(28/11/2025)
Manajemen RSUD Padjonga Dg. Ngalle dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Direktur RSUD, dr. Ruslan, menyatakan bahwa semua tindakan medis telah sesuai prosedur. Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar dan memberikan gambaran yang akurat mengenai penanganan pasien.
Dr. Ruslan menjelaskan bahwa pasien tidak pernah keluar dari area Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak masuk hingga meninggal dunia. Kebutuhan oksigen di IGD dipasok melalui sistem oksigen sentral yang terus dipantau. Pihak rumah sakit menekankan bahwa ketersediaan oksigen, obat-obatan, dan alat penunjang lainnya di IGD selalu dijaga optimal sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pelayanan di IGD harus optimal karena merupakan fase penanganan awal yang menentukan hidup mati pasien,” tegas dr. Ruslan. Ia menambahkan bahwa rumah sakit berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa dokter yang menangani pasien telah memberikan laporan medis lengkap. Laporan tersebut menjelaskan bahwa pasien tiba dalam kondisi asma akut berat, yang dapat memburuk dengan cepat meskipun telah dilakukan tindakan emergensi. RSUD Padjonga Dg. Ngalle berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat dan meredakan polemik yang ada. (*)






















