TAKALAR| SNIPERTUNTAS. COM – Sebuah simbol heroisme di jantung Kecamatan Polongbangkeng Selatan kini tengah merintih. Monumen Lasykar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS), situs bersejarah yang mengabadikan jejak perjuangan Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo, dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan terabaikan.
Minggu (29/4/2026).
Terletak di Kelurahan Bulukunyi, monumen ini seharusnya menjadi kebanggaan sekaligus pengingat akan besarnya harga kemerdekaan yang diperjuangkan masyarakat Takalar. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontras dengan nilai historisnya.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga setempat, infrastruktur monumen tampak tidak terawat. Kerusakan fisik terlihat di berbagai sudut, menciptakan kesan bahwa situs sejarah ini telah “dilupakan” oleh waktu dan kebijakan.
”Sangat disayangkan, lokasi ini adalah simbol perjuangan yang seharusnya dijaga sebagai warisan untuk generasi mendatang. Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar salah seorang warga yang menyuarakan keprihatinannya.
Aksi protes senyap dari warga kini mulai mencuat. Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Takalar tidak menutup mata terhadap degradasi situs sejarah ini. Keberadaan monumen di pusat ibu kota kecamatan seharusnya menjadikannya prioritas pemeliharaan, bukan sekadar pajangan yang dibiarkan usang.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan warga antara lain:
Rehabilitasi Segera: Perbaikan fisik bangunan dan area sekitar monumen.
Penataan Lingkungan: Menjadikan situs ini sebagai ruang publik yang edukatif dan layak dikunjungi.
Komitmen Anggaran: Alokasi dana pemeliharaan rutin agar kerusakan serupa tidak terulang kembali.
Mengabaikan Monumen LAPRIS sama saja dengan memudarkan memori kolektif bangsa atas perjuangan Ranggong Daeng Romo. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin permanen dan nilai edukasi dari situs ini hilang sepenuhnya
Sudah saatnya Kabupaten Takalar menunjukkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan—bukan dengan kata-kata, melainkan dengan aksi nyata merawat jejak perjuangan mereka..
Lp: Uj
























