PADANG| SNIPERTUNTAS.COM- Sebuah kisah memilukan menimpa dua orang siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Ikhlas di Padang, Sumatera Barat. Avil Mulyadi dan Dio Fatuta, dua remaja yang kini tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi, terpaksa harus menghadapi kenyataan pahit diminta meninggalkan sekolahnya hanya karena tunggakan biaya seragam sebesar Rp300.000.
Kasus ini mendadak viral dan memicu gelombang simpati serta kegeraman dari warganet setelah potret keduanya beredar luas di media sosial.
Pihak sekolah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Menurut penjelasan pihak manajemen, keputusan untuk meminta kedua siswa tersebut pindah didasari oleh kebutuhan biaya operasional sekolah yang berstatus swasta.
Namun, Kepala Sekolah MAS Al-Ikhlas juga memberikan pengakuan jujur bahwa dalam proses penyampaian keputusan tersebut, dirinya sempat terbawa emosi.
”Kepala sekolah mengakui bahwa ia sempat terbawa emosi saat meminta kedua siswa tersebut untuk meninggalkan sekolah,” kutip keterangan dalam laporan tersebut.
Dua sahabat yang senasib sepenanggungan sebagai anak yatim piatu ini sekarang berada di LKSA Panti Asuhan Nur Ilahi Kurao Nanggalo, Padang. Meskipun semangat belajar mereka masih tinggi, beban finansial yang tergolong kecil bagi sebagian orang ternyata menjadi penghalang besar bagi kelanjutan pendidikan mereka.
Netizen Indonesia bereaksi keras terhadap nominal Rp300.000 yang dianggap tidak sebanding dengan masa depan pendidikan seorang anak. Banyak pihak yang mulai menggalang donasi dan mempertanyakan peran dinas terkait dalam mengawasi kebijakan sekolah swasta terhadap siswa dari kalangan kurang mampu.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan atau bantuan kepada Avil dan Dio, dapat langsung menghubungi pengurus Panti Asuhan Nur Ilahi Kurao Nanggalo, Padang.
Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik angka-angka administratif, ada mimpi anak bangsa yang harus tetap kita jaga bersdari
Editor:Redaksi
























