Klarifikasi Haji Hasan Basri: Catut Nama Kasat Reskrim Takalar Hanya untuk ‘Sakti’ Edarkan Rokok Ilegal

TAKALAR| SNIPERTUNTAS.COM- Polemik dugaan keterlibatan pejabat kepolisian dalam pusaran bisnis rokok ilegal di Kabupaten Takalar akhirnya menemui titik terang. HBL alias Haji Hasan Basri Dembali, sosok yang dituding sebagai distributor sekaligus kurir rokok tanpa pita cukai tersebut, resmi menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

Melalui sebuah rekaman video bersama istrinya yang beredar luas pada pertengahan Juni 2026, Haji Hasan menarik kembali ucapan yang sempat menyeret nama Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Heryanto, S.H., M.M.

Dalam video tersebut, Haji Hasan mengakui bahwa isu mengenai adanya setoran rutin atau “uang bulanan” kepada Kasat Reskrim adalah bohong alias hoaks. Ia bahkan bersaksi bahwa dirinya tidak pernah bertemu langsung maupun berkomunikasi dengan Iptu Heryanto.

Haji Hasan membeberkan alasannya nekat mencatut nama perwira balok dua tersebut. Ia mengaku sengaja menjual nama Kasat Reskrim demi membangun kesan bahwa bisnis gelapnya mendapat “lampu hijau” dan perlindungan dari aparat hukum.

​”Pernyataan itu murni inisiatif pribadi saya agar usaha (rokok ilegal) ini terlihat aman dan berjalan tanpa hambatan,” akunya menyesal.

Sebelum video klarifikasi ini mencuat, Iptu Heryanto memang telah membantah keras tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya. Menilai isu tersebut sebagai pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik institusi, ia langsung bergerak cepat.

​Iptu Heryanto memerintahkan jajaran Resmob Polres Takalar untuk memburu dan menelusuri penyebar tuduhan tak berdasar tersebut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Langkah tegas ini tampaknya menjadi titik balik yang membuat pihak Haji Hasan akhirnya memilih jalan jujur dan meminta maaf.

Meredanya kegaduhan ini turut memantik respons dari Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Takalar, Parawansa, S.H., atau yang akrab disapa Daeng Beta.

Sebagai tokoh masyarakat, Daeng Beta menyayangkan tindakan warganya yang telah memicu polemik liar di tengah masyarakat.

Daeng Beta menyayangkan adanya warga yang nekat menyeret institusi penegak hukum demi kepentingan bisnis pribadi yang melanggar hukum.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran mahal bagi seluruh masyarakat Takalar agar tidak menyebarkan fitnah atau informasi tidak benar yang merugikan pihak lain.

Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf terbuka dari Haji Hasan Basri, tudingan miring terhadap Kasat Reskrim Polres Takalar resmi patah. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat tegas bagi para pelaku usaha ilegal untuk tidak coba-coba mencari tameng dengan mencatut nama hukum.

Editor:Uj

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List