Dari Laut untuk Peradaban: Urgensi Ikan dan Udang sebagai Menu Strategis MBG

TAKALAR| SNIPERTUNTAS.COM- Laut bukan hanya sekadar bentang air; ia adalah sumber kehidupan dan penopang peradaban. Dalam sejarah bangsa-bangsa besar, peradaban tumbuh dari sumber protein laut yang melahirkan generasi sehat, kuat, dan berdaya pikir tinggi.

Indonesia negara bahari dengan anugerah laut yang melimpah seharusnya menempatkan kekayaan ini sebagai fondasi pembangunan manusia. Karena itu, menjadikan ikan dan udang sebagai menu strategis MBG bukan hanya kebijakan pangan, tetapi strategi peradaban,”ujarnya

Ikan dan udang menghadirkan keunggulan nutrisi yang tidak ditandingi sumber hewani lain: protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3 yang menentukan kecerdasan otak, serta vitamin dan mineral esensial yang menjadi penentu tumbuh kembang generasi.

Di tengah tantangan stunting,
penurunan kualitas kognitif, dan perubahan pola penyakit, kedua komoditas laut ini menawarkan solusi yang ilmiah, efektif, dan terukur. Konsumsi rutin ikan dan udang terbukti menurunkan risiko penyakit kronis, memperkuat fungsi otak, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara luas.

Dengan kata lain, gizi dari laut adalah investasi intelektual bangsa.
Keunggulan ini tidak berhenti pada aspek kesehatan. Indonesia adalah salah satu produsen ikan dan udang terbesar di dunia. Menguatkan konsumsi kedua komoditas ini berarti menyalurkan manfaat langsung kepada jutaan nelayan, pembudidaya, dan UMKM pengolahan.

Saat program MBG menyerap hasil laut nasional, ekonomi rakyat bergerak, rantai pasok hidup, dan ketahanan pangan semakin kokoh. Kebijakan berbasis protein laut adalah kebijakan yang menyatukan aspek gizi, ekonomi, dan kemandirian bangsa.
Inilah alasan mengapa urgensi ikan dan udang dalam MBG bersifat strategis.

Komoditas ini tersedia sepanjang tahun, dapat diolah dalam banyak bentuk, adaptif terhadap anggaran, dan memiliki jejak karbon lebih rendah dibanding daging darat. Dengan mengintegrasikan ikan dan udang ke dalam MBG, pemerintah tidak hanya memperbaiki pola makan, tetapi membangun peradaban yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Pada akhirnya, seruan “Dari Laut untuk Peradaban” adalah panggilan untuk kembali kepada akar kekuatan Nusantara. Laut telah memberi kita sumber kehidupan; kini saatnya kita menjadikannya sumber pembangunan manusia. Menempatkan ikan dan udang sebagai menu strategis MBG bukan sekadar pilihan teknis itu adalah keputusan peradaban.

Laut bukan hanya ruang geografis, tetapi sumber daya yang membentuk kualitas manusia. Ikan dan udang adalah anugerah yang harus kita tempatkan pada posisi strategis demi membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Dari laut, kita menata kembali peradaban bangsa,” ucap
Muhammad Reza Perdiansyah, S.Pi., M.Si

Editor: Uj

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List