TAKALAR| SNIPERTUNTAS.COM-Meski diguncang masalah produk bangunan yang diduga tidak menggunakan bahan Ber-SNI kini sekolah tersebut lewat Suaib Ketua P2SP SMK Negeri 4 Takalar meminta LSM dan Wartawan untuk membuktikan laporannya ke APH.
Saat ditemui Jumat (21/11) Suaib mengungkapkan, Jumat (21/11), kalau dirinya tidak takut kepada siapa pun dan menurutnya LSM dan Wartawan tidak memiliki Kewenangan menguji kualitas bangunan, apalagi memantau meski pun Revitalisasi yang dibiayai Rp 900 juta lebih ini sementara dibangun.
Bahkan Suaib tidak segan – segan mencatut mendapat legitimasi dari kejaksaan Negeri Takalar soal kewenangan wartawan dan LSM pemantau korupsi terhadap sekolah yang sementara dikerjakan dan dinilai sempurna dari kekurangan.
” Berita atas dugaan yang diberitakan ini biasa, kalimat atas dugaan itu hanya berita biasa saja dan pihaknya akan melaporkan dan menghadapi lewat jalur dewan Pers,” Ungkapnya.
Sementara itu securiti sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap para wartawan yang masuk, ini instruksi langsung dari Bapak oknum TNI yang menjaga keamanan sekolah dari wartawan, ungkap security.
Dalam keterangan gambar plefon miring, dan tukang kembali mengbongkar ulang para pekerja,
heronisnya para pekerja tidak memakai alat pelindung diri, seharusnya P2SP menyediakan atau memberikan alat pelindung setiap pekerja di proyek tersebut, di situlah banyak temuan dan pelanggaran,”tegasnya
Editor: Uj






















