TAKALAR | SNIPERTUNTAS.COM- Penolakan terhadap rencana pembangunan Perumahan Rachita Indah 2 di Galesong Utara kembali mencuat. Kali ini, penolakan datang dari gabungan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar bersama warga Desa Aeng Batu-batu dan Desa Biringkassi. Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas proyek perumahan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat lokal.
Aksi ini berlangsung pada Sabtu pagi (14/6) dengan titik kumpul di jalan poros Galesong Utara. Massa aksi membawa spanduk dan pengeras suara, menyuarakan keresahan terkait dampak lingkungan dan potensi konflik agraria yang akan ditimbulkan oleh pembangunan perumahan tersebut. Menurut mereka, lahan yang akan digunakan masih bermasalah dan tidak melalui proses musyawarah dengan warga terdampak.
Koordinator aksi dari HMI Cabang Takalar menyampaikan bahwa pembangunan Rachita Indah 2 berpotensi menghilangkan ruang hidup masyarakat sekitar.
“Kami menolak segala bentuk proyek yang tidak transparan dan mengabaikan aspirasi warga dan apalagi kena dampak banjir” tegasnya dalam orasinya.
Warga menyuarakan keberatan mereka secara terbuka di lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan, dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan
” Tolak Perumahan Rachita Indah 2″
Warga dari dua desa yang turut hadir juga menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan krisis air bersih, banjir, hingga rusaknya ekosistem lokal akibat alih fungsi lahan besar-besaran. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi perizinan proyek tersebut dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pengambilan keputusan.
Aksi berjalan dengan tertib dan diakhiri dengan penandatanganan petisi penolakan oleh perwakilan warga dan mahasiswa. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga pemerintah benar-benar mendengarkan suara rakyat,”Khususnya
lp : Arif
























