JAKARTA| SNIPERTUNTAS.COM – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Wahyudin Mapparenta, S.IP., M.Si., putra Galesong Utara, resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031, Senin (16/02/2026) di Jakarta.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi Wahyudin secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Takalar yang turut menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.
Kepala Desa Biringkassi H.Murdalin DgTa menilai amanah sebagai Sekjen DPP APDESI bukanlah posisi yang mudah diraih. Menurutnya, jabatan strategis itu merupakan hasil dari dedikasi, pengalaman, serta komitmen panjang dalam memperjuangkan kepentingan desa.
“Ini tentu bukan amanah yang datang begitu saja. Kami bangga ada putra Takalar dipercaya di tingkat nasional,” ujarnya.
Prosesi pelantikan dilakukan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Dewan Pembina APDESI, Zulkifli Hasan. Acara berlangsung khidmat dan disaksikan ratusan kepala desa dari berbagai provinsi yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP APDESI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri PDT Ahmad Riza Patria, jajaran pejabat kementerian dan lembaga, para bupati, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP APDESI, Junaedi Mulyono, menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat posisi desa sebagai subjek pembangunan.
“Desa harus menjadi kekuatan utama negara. Dengan kewenangan yang dimiliki, desa memiliki peluang besar untuk mandiri melalui tata kelola profesional dan inovatif,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan keberhasilan Desa Ponggok, Klaten, yang mampu berkembang pesat berkat optimalisasi potensi lokal dan penguatan BUMDes.
Dalam arahannya, Yandri Susanto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa guna mempercepat pengentasan kemiskinan serta mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa desa memiliki peran sentral dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, produktivitas desa menjadi fondasi kekuatan ekonomi bangsa.
“Ketahanan pangan dimulai dari desa. Jika produksi dan distribusi di desa kuat, maka bangsa ini juga akan kuat,” ujarnya.
Pada agenda inti, Wahyudin Mapparenta membacakan Surat Keputusan susunan kepengurusan DPP APDESI periode 2026–2031 beserta mandat organisasi lima tahun ke depan. Pembacaan SK tersebut menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid dan progresif.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kepala desa berprestasi dari berbagai daerah sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta keberhasilan dalam penguatan ekonomi lokal.
Rakernas DPP APDESI kemudian membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya peningkatan kapasitas aparatur desa, perlindungan hukum kepala desa, transformasi digital desa, penguatan koperasi dan BUMDes, serta dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi APDESI dalam memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Bagi masyarakat Takalar, kehadiran Wahyudin Mapparenta di jajaran elite organisasi desa tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan baru bagi kemajuan desa-desa di Sulawesi Selatan.(*/red)























