TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Penerapan sistem aplikasi baru dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas wilayah Kabupaten Takalar dan sekitarnya menuai gelombang kritik dari warga. Kebijakan yang mewajibkan penggunaan aplikasi ponsel saat hendak melakukan pemeriksaan kesehatan ini dinilai memicu kerumitan dan dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil.
Jum’at 4/9/2026.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, banyak warga yang mendatangi Puskesmas merasa kebingungan dengan skema pendaftaran digital tersebut. Masalah kian menumpuk ketika sejumlah warga terpaksa pulang tanpa mendapatkan pelayanan kesehatan akibat spesifikasi ponsel yang dibawa tidak kompatibel dengan aplikasi yang diunduh. Kondisi ini dirasakan kian memberatkan, terutama bagi masyarakat miskin serta lansia yang sama sekali tidak memiliki ponsel pintar.
Salah seorang narasumber warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan kekecewaannya saat ditemui media. Ia menyampaikan bahwa kehadiran sistem anyar ini justru menambah beban warga yang sedang membutuhkan pengobatan cepat.
”Kami merasa semakin dipersulit dengan adanya aplikasi baru ini saat mau berobat. Prosedurnya jadi susah dan ribet. Kami mohon kepada pemerintah atau pihak terkait agar proses pelayanan medis bisa dipermudah saja tanpa harus mewajibkan aplikasi,” ungkapnya.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kabupaten Takalar dapat segera mengevaluasi kebijakan tersebut. Warga meminta agar sistem pendaftaran manual atau pelayanan langsung tetap disediakan sebagai opsi utama, sehingga akses kesehatan dapat dijangkau secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala batasan teknologi.
Editor:Redaksi





























