TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar setelah H. Muhammad Hasbi berpindah dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar ke Pemerintah Kota Makassar mulai memunculkan pembicaraan mengenai sosok yang berpotensi mengisi jabatan strategis tersebut.
Sejumlah nama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar disebut-sebut memenuhi kriteria untuk menduduki posisi Sekda. Salah satu nama yang belakangan ramai diperbincangkan di sejumlah warung kopi di Takalar ialah Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si.
Pembicaraan tersebut muncul di tengah kebutuhan Pemkab Takalar mendapatkan figur yang mampu mengoordinasikan birokrasi sekaligus mengawal agenda pembangunan daerah.
Seorang tokoh masyarakat yang mengetahui perjalanan karier Rahmansyah menilai pengalaman birokrasi menjadi salah satu alasan namanya ikut diperbincangkan.
“Rahmansyah memiliki pengalaman yang cukup panjang di pemerintahan. Ia pernah berada di sejumlah posisi strategis, mulai dari perencanaan pembangunan, kepegawaian hingga pengelolaan keuangan daerah,” ujar tokoh masyarakat tersebut, Rabu (7/10/2026).
Rahmansyah dikenal memiliki latar belakang pendidikan pemerintahan. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Nomor 1 Lembang Cina, Kabupaten Bantaeng, dan lulus pada 1983.
Pendidikan kemudian dilanjutkan di SMP IMMIM Makassar hingga 1986. Setelah itu, ia menempuh pendidikan menengah atas di Pesantren Modern IMMIM Tamalanrea, Makassar, dan menyelesaikannya pada 1989.
Setelah lulus, Rahmansyah mengikuti seleksi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Jatinangor. Pendidikan tersebut menjadi salah satu pijakan awal perjalanan panjangnya sebagai birokrat.
Pria kelahiran Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), 6 November 1970, itu kemudian menjalani karier di sejumlah organisasi perangkat daerah.
Dalam perjalanan birokrasi, Rahmansyah pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat Bantaeng pada 1999. Kariernya berlanjut di bidang perencanaan pembangunan, termasuk sebagai pejabat pada Bappeda Kabupaten Bantaeng dan Bappeda Kabupaten Takalar.
Di Takalar, ia pernah menduduki posisi Kepala Sub Bidang, Kepala Bidang hingga Sekretaris Bappeda.
Pengalaman Rahmansyah kemudian meluas ke bidang lain. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Takalar, Sekretaris BKPSDM, hingga Kepala BKPSDM Kabupaten Takalar.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Takalar.
Sejak 20 Oktober 2025, Rahmansyah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar.
Posisi tersebut menempatkannya pada sektor strategis dalam penyusunan arah pembangunan daerah, mulai dari penyelarasan program, penguatan data perencanaan hingga mendorong inovasi tata kelola pembangunan.
Rekam jejak tersebut membuat nama Rahmansyah muncul dalam pembicaraan mengenai kandidat pengisi jabatan Sekda Takalar.
Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan mengisi posisi Sekda Kabupaten Takalar. Penentuan pejabat definitif tetap menjadi kewenangan pemerintah sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagi masyarakat, pembicaraan mengenai calon Sekda bukan sekadar soal pergantian jabatan. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam memastikan koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan aparatur, serta agenda pembangunan daerah berjalan secara efektif.
Karena itu, rekam jejak, pengalaman birokrasi dan kemampuan mengoordinasikan perangkat daerah menjadi bagian yang ikut diperhatikan publik dalam melihat sosok yang nantinya dipercaya menduduki kursi Sekda Takalar. (*)


























