Nyawa Pengendara Terancam, Pohon Retak di Poros Galesong Utara Takalar Desak Eksekusi Cepat

TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Ancaman maut mengintai para pengguna jalan yang melintas di Jalan Poros Galesong Utara, Kelurahan Bontolebang, Kabupaten Takalar. Sebuah pohon berukuran besar dalam kondisi retak parah kini condong ekstrem ke arah badan jalan, menciptakan situasi “bom waktu” yang siap memakan korban jiwa kapan saja.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (18/5/2026), posisi batang pohon tersebut sudah sangat miring dan membungkuk rendah, nyaris menyentuh atap kendaraan yang lewat. Kondisi kritis ini memaksa kendaraan roda empat hingga truk logistik berukuran besar untuk memperlambat laju mereka secara mendadak. Para sopir harus ekstra hati-hati memanuver kendaraannya agar tidak menghantam batang pohon raksasa tersebut.

Situasi kian mencekam bagi para pengendara roda dua. Di tengah guyuran hujan deras yang membuat jalanan licin dan membatasi jarak pandang, mereka terpaksa melintas di bawah bayang-bayang pohon yang bisa patah atau tumbang sewaktu-waktu.

Kondisi yang rawan ini memicu gelombang desakan dari warga setempat dan pengguna jalan. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Takalar melalui dinas terkait untuk segera melakukan pemangkasan atau penebangan total sebelum bencana benar-benar terjadi.

​”Kondisinya sudah sangat kritis dan retak. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau kecelakaan parah baru ada tindakan. Kami minta dinas terkait segera turun ke lapangan hari ini juga,” tegas salah seorang pengendara yang melintas dengan nada khawatir.

Merespons situasi darurat tersebut, jajaran personel dari Polsek Galesong Utara langsung bergerak cepat ke lokasi. Petugas kepolisian tampak bersiaga di bawah guyuran hujan untuk mengatur arus lalu lintas, mengurai potensi kemacetan, serta memberikan peringatan langsung kepada para pengendara agar tetap waspada saat melewati titik rawan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari instansi kedaruratan atau dinas lingkungan hidup setempat untuk mengeksekusi pohon maut tersebut demi menjamin keselamatan publik.

Editor:Redaksi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List