TAKALAR| SNIPERTUNTAS. COM – Kondisi memprihatinkan terlihat di Lapangan Larigau, Kecamatan Galesong, setelah digelarnya kegiatan pasar malam. Lapangan yang biasanya menjadi ruang publik bagi warga setempat kini berubah menjadi “lautan sampah” plastik dan sisa makanan yang berserakan di mana-mana.
Minggu (17/5/2026).
Kondisi ini memicu keluhan dan kekecewaan mendalam dari warga sekitar serta pengunjung lapangan yang terganggu oleh pemandangan kumuh dan bau tidak sedap.
Hal yang paling disoroti oleh warga adalah adanya dugaan bahwa para pedagang lapak dan pengelola pasar malam sebenarnya sudah membayar sejumlah uang kebersihan kepada oknum tertentu atau petugas terkait. Namun ironisnya, setelah kegiatan selesai, tidak ada upaya pembersihan yang signifikan di lokasi tersebut.
”Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Informasinya para pemilik lapak sudah bayar uang kebersihan, tapi buktinya lapangan dibiarkan sekumuh ini. Lalu uang itu larinya ke mana?” ujar salah seorang warga yang melintas di area lapangan.
Warga menilai penanganan sampah pasca-acara terkesan lepas tanggung jawab dan saling lempar. Oleh karena itu, masyarakat Galesong mendesak pihak Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.
Warga meminta pemerintah untuk:
Turun Langsung ke Lapangan: Mengajak dinas lingkungan hidup atau pihak kecamatan untuk melihat langsung kondisi riil Lapangan Larigau saat ini.
Investigasi Aliran Dana Kebersihan: Mengusut tuntas dugaan adanya pungutan uang kebersihan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Sanksi Tegas bagi Pengelola: Memberikan teguran atau sanksi kepada pihak penyelenggara pasar malam agar berkomitmen mengembalikan fungsi lapangan dalam keadaan bersih seperti semula.
Lapangan Larigau adalah milik masyarakat. Warga berharap kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah dalam memberikan izin keramaian di masa mendatang, agar fungsi hiburan tidak mengorbankan kebersihan dan kenyamanan lingkungan hidup.
Editor: Redaksi






























