Dua Siswa Asal Desa Bontokassi Sukses Jadi Pengibar Bendera Tingkat Kabupaten

TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda dari pelosok desa di Kabupaten Takalar. Dua siswa berprestasi resmi terpilih dan sukses menjalankan tugas mulia sebagai pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Kabupaten Takalar. Kedua pelajar tersebut diketahui berasal dari Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, yang kehadirannya di tingkat kabupaten turut membawa nama harum desa serta sekolah mereka.

Siswa yang berhasil menembus seleksi ketat tingkat kabupaten ini adalah Muhammad Lutfie AlFatta. Pelajar yang dikenal disiplin dan memiliki semangat juang tinggi ini merupakan putra kebanggaan dari pasangan Bapak Rusdiono, S.H., dan Ibu Hijarawti, S.H. Keberhasilan Lutfie mengibarkan Sang Saka Merah Putih di hadapan jajaran pejabat daerah menjadi bukti nyata dari kerja keras serta dukungan penuh yang senantiasa diberikan oleh kedua orang tuanya.

Menyusul jejak rekannya, siswi kedua yang turut mengukir sejarah bagi sekolahnya adalah Hawaniah. Remaja putri yang tangguh dan tak kenal lelah dalam berlatih ini adalah buah hati dari pasangan Bapak Agus Daeng Ngasa dan Ibu Sanawati Daeng Sanga. Bagi Hawaniah, terpilih menjadi anggota pengibar bendera kabupaten bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bentuk pengabdian dan persembahan rasa bakti kepada orang tua yang selalu mendoakan setiap langkahnya.

Pencapaian Muhammad Lutfie AlFatta dan Hawaniah ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa oleh masyarakat Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan. Sebagai perwakilan dari desa mereka, keduanya membuktikan bahwa anak-anak yang berasal dari luar pusat kota memiliki potensi, mentalitas, dan daya saing yang luar biasa. Pihak keluarga besar pun turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang kedua anak didiknya tersebut.

Untuk bisa berdiri di lapangan upacara tingkat kabupaten, kedua siswa ini harus melewati proses panjang yang tidak mudah. Mereka telah menempuh serangkaian tahapan seleksi yang sangat ketat, mulai dari tingkat sekolah, pemantauan fisik, hingga pemusatan latihan baris-berbaris dan mental di tingkat kabupaten. Dedikasi, kedisiplinan tingkat tinggi, serta ketahanan fisik yang mumpuni menjadi kunci utama bagi Lutfie dan Hawaniah dalam menyelesaikan masa karantina hingga hari pengibaran bendera tiba.

Keberhasilan Muhammad Lutfie AlFatta dan Hawaniah diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Takalar. Prestasi ini menjadi bukti sekaligus inspirasi bagi para pelajar, khususnya warga Desa Bontokassi dan sekitarnya, untuk terus berani bermimpi dan mengukir prestasi terbaik. Harapannya, di masa mendatang akan lahir lebih banyak lagi putra-putri daerah dari Kecamatan Galesong Selatan yang mampu berkontribusi secara positif dan mengharumkan nama daerah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List