MAKASSAR|SNIPERTUNTAS. COM – Aksi protes warga Kabupaten Wajo yang menanam pohon pisang di tengah jalan provinsi yang rusak parah kini tengah menjadi sorotan publik. Alih-alih mendapat angin segar, respons yang dilontarkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) justru memicu perbincangan hangat dan geleng-geleng kepala di jagat maya.
Dalam sebuah pernyataan yang viral, Gubernur Sulsel menanggapi aksi tersebut dengan nada keras. “Semakin ditanami pisang, semakin saya tidak kerja,” ujarnya. Beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperbaiki ruas jalan yang sengaja ditanami pohon pisang oleh warga karena dianggap dapat menghambat proses perbaikan yang sebenarnya sudah direncanakan.
Warga Wajo menanam pohon pisang di kubangan jalan provinsi sebagai bentuk frustrasi atas kondisi infrastruktur yang rusak bertahun-tahun dan tak kunjung mendapat perhatian.
Gubernur Sulsel menyatakan bahwa proyek infastruktur tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan, bahkan mengklaim “sudah ada kontrak 1000 km”. Menurutnya, aksi menanam pohon di jalan justru menghambat alat berat dan pekerja untuk turun ke lapangan.
”Masyarakat hanya ingin jalan mereka layak dilalui. Namun di sisi lain, pemerintah daerah meminta warga untuk tidak melakukan aksi yang dinilai dapat menghambat proses administrasi dan teknis pengerjaan yang sudah dikontrakkan.”
Tanggapan dari orang nomor satu di Sulsel ini langsung memancing reaksi keras dari netizen. Sebagian besar menyayangkan komunikasi publik sang gubernur yang dinilai kurang berempati terhadap penderitaan warga yang setiap hari harus melewati jalan rusak. Namun, sebagian kecil lainnya mencoba memahami dari sisi birokrasi, bahwa penyerapan anggaran dan proyek fisik memiliki linimasa tersendiri yang tidak bisa langsung berubah hanya karena adanya aksi protes.
Pemerintah Provinsi Sulsel diharapkan dapat segera menurunkan tim untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut serta kepastian jadwal pengerjaan jalan di wilayah Wajo agar polemik ini tidak berlarut-larut dan aktivitas ekonomi warga setempat bisa kembali berjalan lancar.
Editor:Redaksi





























