TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Pengerjaan proyek penggalian pipa air milik PDAM Takalar di sekitar pintu gerbang Perumahan Rachita Indah 2, Kecamatan Galesong Utara, menuai keluhan keras dan kekhawatiran warga serta para pengguna jalan. Proyek tersebut dinilai mengabaikan standar keselamatan kerja hingga memicu potensi bahaya serius bagi pengandara yang melintas.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (28/10/2026), proses penggalian tanah untuk jalur pipa PDAM yang berada tepat di pinggir jalan poros tersebut berdampak pada pondasi tiang kabel jaringan Telkom. Kedudukan tiang Telkom kini terlihat semakin miring ke arah badan jalan utama akibat kikisan tanah galian.
Kondisi tersebut memperparah posisi tiang yang ditengarai sejak awal pemasangan tidak tertanam secara kokoh tanpa coran penyangga yang memadai. Akibat kemiringan tiang yang kian memprihatinkan, kabel jaringan Telkom melendut sangat rendah di atas permukaan jalan aspal.
Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan, khususnya kendaraan bertubuh besar seperti truk atau bus yang berpotensi menyambar bentangan kabel. Jika tersambar, kabel dipastikan terputus dan berhamburan di jalanan, bahkan berisiko menarik tiang hingga roboh menimpa pengendara motor maupun mobil yang melintas.
Saat awak media mengonfirmasi pihak pelaksana penggalian pipa PDAM di lokasi proyek pada Rabu siang, pekerja di lapangan membenarkan adanya koordinasi, namun belum ada langkah penanganan nyata dari pihak pemilik tiang.
”Saya sudah menghubungi pihak Telkom lewat pesan WhatsApp untuk memberitahukan kondisi tiang ini, tapi tanggapannya justru hanya tertawa,” ungkap salah seorang pekerja galian pipa PDAM di tempat pengerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan perbaikan teknis mendesak di lapangan, baik dari pihak PDAM Takalar maupun pihak Telkom.
Warga dan pengendara mendesak pihak PDAM Takalar dan manajemen Telkom untuk tidak saling melempar tanggung jawab atau hanya mengejar penyelesaian pekerjaan demi keuntungan semata. Pihak-pihak terkait diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan meluruskan serta mengecor ulang dudukan tiang secara permanen agar aman bagi lalu lintas.
Jangan sampai menunggu terjadinya kecelakaan lalu lintas atau jatuh korban jiwa baru ada penanganan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Laporan: Redaksi


























