SPANYOL JUARA, ASN TAKALAR BISA APEL AGAK SIANG: Cerita Unik dari Final Piala Dunia di Butta Panrannuangku

TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM-Demam pesta olahraga empat tahunan sepak bola terbesar di dunia akhirnya resmi berakhir. Turnamen bergengsi ini melahirkan sejarah baru setelah Spanyol keluar sebagai juara usai menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Kemenangan dramatis tim Matador tersebut dipastikan melalui gol tunggal di babak perpanjangan waktu (extra time) setelah kedua tim bermain imbang sepanjang 90 menit waktu normal

Namun, di balik kemeriahan laga pamungkas yang menyedot perhatian miliaran pasang mata di dunia, sebuah cerita unik dan menarik justru datang dari salah satu daerah di Indonesia, tepatnya Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Senin (20/7/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mengambil kebijakan tak biasa demi memanjakan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin menikmati partai final, tanpa harus mengabaikan kewajiban mereka sebagai pelayan masyarakat.

Langkah tidak biasa ini diambil lantaran adanya perbedaan zona waktu pertandingan final. Di wilayah Indonesia Tengah (WITA), khususnya Kabupaten Takalar, peluit pertama (kick-off) babak pertama laga final baru dimulai tepat pada pukul 04.00 WITA.

Mengingat laga berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu, pertandingan praktis baru selesai mendekati jam masuk kerja normal. Jika dipaksakan masuk seperti hari biasa, risiko ASN datang terlambat atau bekerja dalam kondisi mengantuk tentu sangat besar.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Takalar memberikan kelonggaran khusus berupa penyesuaian jam kerja/apel pagi bagi para ASN pada hari Senin ini. Kebijakan ini diambil agar para abdi negara bisa menikmati euforia juara dunia baru dengan tenang, sekaligus memastikan mereka tetap fit saat memberikan pelayanan kepada masyarakat setelahnya.

​”Ini adalah bentuk dispensasi yang humanis. Kita tahu antusiasme masyarakat, termasuk ASN terhadap sepak bola sangat tinggi. Daripada mereka terburu-buru di jalan atau mengantuk saat melayani warga, lebih baik jam masuknya kita sesuaikan sedikit secara resmi,” ujar perwakilan Pemkab Takalar.

Kebijakan ini pun disambut hangat dan penuh sukacita oleh para ASN di Kabupaten Takalar. Pesta bola empat tahunan ini ditutup dengan senyuman ganda: kemenangan dramatis Spanyol di lapangan hijau, dan kelonggaran waktu dari pemerintah daerah.

Meskipun ada kelonggaran jam masuk, Pemkab Takalar menegaskan bahwa seluruh unit pelayanan publik tetap beroperasi penuh dan memastikan tidak ada hak masyarakat yang terganggu. Langkah adaptif dari daerah berjuluk Butta Panrannuangku ini membuktikan bahwa euforia sepak bola dan profesionalisme kerja ternyata bisa berjalan beriringan dengan harmonis.

Editor;Arif.uj

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List