TAKALAR| SNIPERTUNTAS.COM- Selama ini, Wisata Alam Paria Lau’ di Kabupaten Takalar dikenal luas berkat pesona matahari terbenamnya (sunset) yang memukau. Namun siapa sangka, saat tirai malam mulai berlabuh, keelokan kawasan pesisir ini justru memancarkan daya tarik yang semakin istimewa dan romantis.
Keindahan malam Paria Lau’ itu disaksikan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam kunjungan santainya pada Kamis malam. Kehadiran orang nomor satu di Takalar ini seketika menambah kehangatan di tengah riuhnya warga dan wisatawan yang sedang menikmati angin malam.
Kamis malam (17/6/2026).
Tanpa sekat protokoler yang kaku, Bupati Firdaus tampak begitu menikmati suasana sejuk dan tenang khas pantai. Kehadirannya langsung disambut hangat oleh masyarakat yang sedang berkumpul menghabiskan waktu luang bersama keluarga dan kerabat tercinta.
Sembari menyapa warga yang memadati kawasan wisata, Bupati menyempatkan diri berbincang santai, mendengarkan aspirasi, sekaligus menikmati denyut ekonomi lokal yang mulai menggeliat di sekitar area wisata pada malam hari.
”Paria Lau’ ini punya potensi luar biasa. Kalau sore kita disuguhkan sunset yang indah, malam hari kita disuguhkan ketenangan dan kebersamaan seperti ini. Ini adalah aset wisata Takalar yang harus terus kita jaga dan kembangkan bersama,” ujar Mohammad Firdaus Daeng Manye di sela-sela kunjungannya.
Transformasi Wisata Alam Paria Lau’ menjadi destinasi yang hidup selama 24 jam membuktikan bahwa pariwisata Takalar semakin berkembang kreatif. Lampu-lampu hias yang mulai berpendar di tepi pantai kini menjadi magnet baru, tidak hanya bagi pemburu foto estetis, tetapi juga bagi keluarga yang ingin melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Bagi warga lokal, kunjungan Bupati pada malam hari tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri. Kehadiran pemimpin di tengah-tengah tempat wisata publik seperti ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung sektor pariwisata berbasis kemasyarakatan.
Kini, Paria Lau’ bukan lagi sekadar tempat singgah sesaat untuk melihat matahari tenggelam. Ia telah menjelma menjadi ruang ketiga bagi warga Takalar—sebuah tempat di mana alam, kehangatan keluarga, dan senyum ramah masyarakat menyatu di bawah langit malam yang syahdu.
Editor:Arif.uj




























