ūTAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Praktik curang penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Takalar. Sebuah insiden mencurigakan terjadi di SPBU Pertamina 74.922.03, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, pada Rabu (15/04/2026), yang memperkuat dugaan adanya “main mata” antara pihak pengelola dengan mafia BBM.
Satu unit mobil pick up berwarna hitam tertangkap basah tengah melakukan aktivitas pengangkutan puluhan jerigen berisi solar subsidi. Kendaraan yang diduga kuat milik seorang oknum berinisial DL (Dg Laja) ini menggunakan modus operandi yang cukup rapi namun mencolok.
Berdasarkan investigasi di lapangan, mobil tersebut sengaja diarahkan ke area belakang SPBU, jauh dari pantauan dispenser umum. Di sana, solar subsidi dipindahkan langsung ke dalam puluhan jerigen yang telah disiapkan di atas bak mobil. Untuk mengelabui mata warga dan petugas, muatan ilegal tersebut ditutup rapat menggunakan terpal berwarna biru.
Aksi ini disinyalir bukan yang pertama kali. Diduga kuat, pola pengisian jerigen secara besar-besaran ini merupakan aktivitas rutin untuk memasok solar subsidi ke pihak-pihak yang tidak berhak, demi keuntungan pribadi yang besar.
Kecurigaan semakin menguat saat awak media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi. Alih-alih memberikan penjelasan mengenai dokumen atau izin pengangkutan, sopir pick up tersebut justru menunjukkan gelagat panik. Tanpa sepatah kata pun, ia langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi (tancap gas) untuk meloloskan diri dari kejaran wartawan.
Aktivitas ilegal ini memicu kemarahan warga setempat. Pasalnya, solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil—seperti petani untuk mesin traktor dan nelayan untuk melaut—justru habis “dilahap” oleh para mafia.
”Kelangkaan solar di Takalar sering terjadi, ternyata ini penyebabnya. Sangat sulit bagi kami percaya pengelola SPBU tidak tahu ada aktivitas seperti ini di halaman mereka sendiri,” ungkap salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
Masyarakat mendesak pihak Pertamina dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terhadap SPBU Kalukuang. Jika terbukti ada kolusi, sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional dianggap perlu dilakukan guna memberikan efek jera terhadap para perampok hak masyarakat kecil tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU 74.922.03 Kalukuang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pelarian mobil pick up pengangkut solar tersebut.(**)































