TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar mulai mematangkan persiapan Festival Pondok Pesantren yang bakal melibatkan 24 pesantren di wilayahnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, memaparkan rancangan teknis festival tersebut dalam rapat bersama pimpinan pesantren di Ruang Rapat Bupati Takalar, Senin (7/9/2026), yang dihadiri langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Ajang ini dirancang berlangsung selama tiga hari penuh dengan memadukan kompetisi antar-santri, pagelaran seni, hingga pameran karya pesantren.
Setiap hari pelaksanaan, sebanyak delapan pondok pesantren akan unjuk kebolehan di atas panggung. Dody menjelaskan bahwa disiplin waktu menjadi salah satu kunci penting dalam penilaian.
Durasi Tampil: Maksimal 15 menit per pesantren (5 menit materi wajib, 10 menit materi bebas).
Bobot Penilaian: Materi wajib menyumbang nilai 60%, sedangkan materi bebas berbobot 40%.
Ketepatan Waktu: Durasi penampilan masuk dalam komponen kriteria juri untuk melatih kedisiplinan peserta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar mendorong para peserta untuk menyisipkan unsur budaya dan tradisi lokal dalam materi bebas yang ditampilkan. Peserta tidak hanya disarankan membawakan pertunjukan hiburan, tetapi juga drama kepahlawanan maupun kreasi yang mengangkat kearifan lokal Sulawesi Selatan dan kebudayaan adat Takalar. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat syiar Islam sekaligus merawat identitas budaya di tengah arus digitalisasi.
Selain panggung kompetisi, festival ini dimeriahkan dengan pameran booth yang menampilkan potensi dan produk keunggulan tiap pesantren.
Pesantren tidak diwajibkan membuat booth secara mandiri dan diperbolehkan bergabung dalam satu booth bersama.
Pameran berlanjut beriringan dengan penampilan sesi perlombaan delapan pesantren berikutnya.
Penampilan delapan pesantren terakhir sekaligus menjadi puncak acara penutupan dan pengumuman pemenang.(uj)































