TAKALAR|SNIPERTUNTAS.COM- Beban hidup masyarakat kecil di Kabupaten Takalar dan sekitarnya semakin tercekik. Dalam beberapa pekan terakhir, pasokan Gas LPG 3 Kilogram (elpiji melon) mengalami kelangkaan parah. Tak hanya sulit didapat, harganya pun melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp30.000 per tabung—jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Selasa 8/9/2026.
Kondisi ini membuat esensi LPG 3 kg sebagai barang bersubsidi untuk warga miskin dinilai sudah tak tepat sasaran. Harga yang melambung tinggi tersebut memicu desakan keras dari masyarakat agar pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata di lapangan.
Warga mendesak dinas terkait, satgas pangan, hingga aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) menyeluruh ke seluruh pangkalan dan agen resmi di wilayah Takalar.
”Pemerintah dan pejabat terkait jangan hanya diam duduk manis di ruangan ber-AC, menikmati kursi empuk, dan cuma menerima laporan ‘asal bapak senang’ dari bawahan. Turun langsung ke lapangan, lihat penderitaan rakyat kecil yang makin menjerit,” tegas salah satu warga setempat.
Penderitaan warga kian lengkap lantaran kelangkaan BBM jenis Pertalite juga terjadi di sejumlah SPBU Pertamina wilayah Takalar. Antrean kendaraan tampak mengular panjang setiap harinya, bahkan banyak warga yang terpaksa pulang dengan tangan kosong akibat pasokan Pertalite di SPBU cepat habis.
Masyarakat mempertanyakan efektivitas pendistribusian dan meminta Pertamina bersama pemerintah setempat membenahi rantai pasok BBM dan gas bersubsidi ini. Jika penimbunan atau permainan harga oleh oknum agen dan pengecer terus dibiarkan tanpa sanksi tegas, rakyat kecil yang akan terus menjadi korban.
Editor:Uj































